Rabu, 29 April 2009

10 kiat membina keluarga bahagia

Setiap orang pastilah ingin keluarganya bahagia. Menciptakan keluarga bahagia bukanlah hal yang susah. Ada kiat-kiat tertentu dalam membina keluarga menuju keluarga bahagia :
1. Jujurlah satu sama lain.
2. Dengarkan keluhan pasangan Anda dan anggap serius perasaannya
3. Bila ada ganjalan sebaiknya didiskusikan sehingga tidak menimbulkan kebencian.
4. Tunjukkan pada pasangan bahwa Anda mencintainya dan katakanlah “I love You” minimal sekali sehari.
5. Ciptakanlah waktu berdua saja tanpa diganggu oleh anak-anak. Jadualkan kegiatan berdua minimal setahun sekali.
6. Janganlah mengungkit-ungkit masa lalu dan belajarlah dari kesalahan.
7. Percayalah pada pasangan . Bila Anda ragu atau curiga ungkapkanlah hal tersebut padanya.
8. Pada saat pasangan Anda berbicara, pandanglah wajahnya sehingga ia tahu kalau Anda memperhatikan ucapannya.
9. Saat bertengkar jagalah perkataan Anda ( jangan sampai mengatakan sesuatu yang akan disesali nantinya) dan berusahalah tetap tenang dan tidak terbawa emosi, berusahalah tetap duduk.
10. Jagalah rahasia hubungan Anda berdua.

Selasa, 28 April 2009

peran keluarga dalam diri anak-anak kita

Peran keluagra dalam peningkatan daya pikir anak

A. Peranan Pendidikan
Peranan pendidikan adalah proses membawa dari apa adanya kepada sebagaimana seharusnya. Apa adanya adalah kondisi objektif anak, keadaan anak yang potensi kemampuan sifat dan kebisaaan, sedangkan sebagaimana seharusnya adalah suatu kondisi yang diharapkan terjadi pada anak, berupa perubahan prilaku dalam aspek cipta, rasa, karsa dan karya yang berlandaskan bermuatan nilai-nilai yang dianut. (Sunariyo Karto Dinarto, 1996 : 1)
Dari pendapat tersebut dapat diambil suatu gambaran bahwa pendidikan sangat dipengahuri oleh nilai-nilai yang dianut oleh guru, orang tua/anggota keluarga lainnya. Jika guru dan orang tua/anggota keluarga lainnya menanamkan pendidikan yang baik atau sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pada anak. Maka ajaran tersebut yang akan ditanamkan oleh anak pada dirinya dan sebaliknya.
Dalam proses pendidikan terjadi perkembangan pendidikan adalah proses pembantu anak berkembang secara optimal yaitu berkembang secara potensi dan sistim nilai yang dianut anak. Pendidikan bukanlah proses pemaksaan kehendak orang dewasa kepada anak melainkan upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan anak yaitu kondisi yang memberikan kemudahan bagi anak untuk mengembangkan diri sebagai pribadi anggota masyarakat dan sebagai mahluk Tuhan.
Pengertian Keluarga
Keluarga merupakan satuan terkecil dari masyarakat yang terdiri dari Ayah, Ibu dan anak. Secara lebih luas (Sayekti Puja Suwarno 1994 : 2) bahwa keluarga merupakan suatu ikatan dasar atas dasar perkawinan antara dua orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama antara seorang laki-laki dengan perempuan yang sudah mempunyai anak atau tanpa anak baik anaknya sendiri atau adopsi dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.
Disamping itu Emil Salim 1983 menyatakan bahwa keluarga merupakan bagian terkecil dari susunan masyarakat yang akan menjadi dasar dalam mewujudkan suatu negara.
Menurut pengertian psiokologis keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama dan masing-masing anggota merasakan adanya pertauatan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi, saling memperhatikan dan saling menyerahkan diri (Soelaeman 1994 : 5-10).
Sedangkan dalam pengertian Pedadogis keluarga adalah ?satu? persekutuan hidup yang dijalin oleh kasih sayang antara pasangan dua jenis manusia yang kukuhkan dengan pernikahan, yang bermaksud untuk saling menyempurnakan diri itu terkandung perealisasian peran dan fungsi sebagai orang tua (Soelaeman 1994 : 12)
?
Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa keluarga adalah ?Satu? persekutuan hidup yang dijalin dengan kasih sayang sehingga terbentuk ikatan perkawinan yang hidup di dalam sebuah rumah tangga dan saling memperhatikan antara satu dengan yang lainnya dan terdapat suatu hak dan kewajiban untuk mendidik anak-anak yang akan berhubungan dan menyesuaikan diri dengan masyarakat
B. Peranan Orang Tua Dalam Keluarga
Setiap orang mempunyai bermacam-macam peran dalam hidupnya, antara lain peran sebagai orang tua, sebagai Ayah atau Ibu. Peran orang tua juga dipengaruhi oleh peran-perannya yang lain. Misalnya seorang wanita yang bekerja penuh akan berbeda dalam perannya sebagai Ibu dari pada seorang wanita yang dapat mencurahkan perhatiannya sepenuhnya terhadap rumah urusan tangga dan keluarganya. Peran seseorang sebagai orang tua ditentukan pula oleh struktur kepribadiannya.
Pandangan tradisional melihat peran seorang suami terutama sebagai kepala keluarga dan sebagai pencari nafkah. Disamping itu ia juga bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya.
Seorang istri diharapkan dapat mengurus rumah tangganya dan merawat suami serta anak-anaknya dengan baik, disamping menjadi pendamping suaminya.
Drs. Lubis Salam dalam bukunya yang berjudul menuju keluarga sakinah halaman 76 mengatakan bahwa secara umum orang tua mempunyai 3 peranan terhadap anak :
Merawat fisik anak, agar anak tumbuh kembang dengan sehat.
Proses sosialisasi anak, agar anak belajar menyesuaikan diri terhadap lingkungannya (keluarga, masyarakat dan kebudayaan).
Kesejahteraan psikoliogis dan emosional dari anak .
Uraian di atas telah memberikan arahan kepada orang tua/anggota keluarga lainnya agar selalu memelihara, mempehatikan dan memberikan kasih sayang kepada anaknya. Peranan kedua orang tua sangat penting dalam mendidik anak dan dapat juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bagi anak. Diantara peran Ayah dan Ibu yang paling penting bagi anak adalah peran Ibu karena sejak dalam kandungan Ibu telah mulai mendidik anak dan Ibu orang yang pertama yang dikenal anak. Oleh karena itu seorang Ibu jika sebagai Ibu dari anak-anak dan istri bari suami hendaknya lebih banyak berada di rumah. Dan seorang Ibupun harus bisa bersikap atau bertingkah laku yang baik agar anak dapat mencontoh yang baik pula satu hal yang perlu diingat adalah bawa sikap dan pencerminan yang diperankan oleh orang tua kepada anaknya mempunyai satu pengaruh yang berarti terhadap sikap anak. Orang tua pada saat itu menjadi tokoh idola pada anaknya. Selain itu Ibu harus bisa menjaga kesehatan anak dan memenuhi semua kebutuhannya.
?
Dalam keluarga sebagai sistem dinamis, maka anggota keluarga saling berinteraksi dan saling berpengaruh, jadi tidak hanya orang tua mempunyai pengaruh terhadap aspek-aspek perkembangan anak, tetapi sebaliknya, orang tua pun dipengaruhi oleh sifat, sikap, dan prilaku anak.
C. Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak
Orang tua yang terdiri dari Ibu dan Bapak, adalah manusia dewasa yang sudah dibebani tanggung jawab terhadap keluarga terutama dalam mendidik anak.
Rasulullah SAW telah bersabda ?Tiap-tiap kamu adalah pemimpin, dan kamu akan ditanya serta mempertanggung jawabkan nasib yang kamu pimpin?. Dan seorang itu pemimpin terhadap keluarganya, maka akan ditanya dan mempertanggung jawabkan keadaan keluarga yang dipimpinnya.
Sebagai pemimpin hendaknya Ibu dan Bapak sedini mungkin sudah mempelajari pengetahuan dengan sebaik-baiknya, bagaimana cara memimpin anak-anak. Dalam pengertian memimpin ini termasuk pula pengertian memberikan pelajaran dan pendidikan. (Drs. Lubis Salam, 1988 : 83)
Dari uraian di atas dapat kita kemukakan bahwa mengasuh dan mendidik anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Seorang ayah berkewajiban mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi anak dan isterinya, baik secara moril dan materil. Sedangkan seorang Ibu berkewajiban mengurus rumah tangganya, sebagai seorang isteri Ibu berkewajiban mengurus suaminya. Dan sebagai seorang Ibu bagi anak-anaknya Ibu mempunyai kewajiban, antara lain memberikan kasih sayang, memberikan air susu sendiri, memelihara dan merawat anak dan lain-lain. Lingkungan pendidikan dan pengajaran yang utama adalah di dalam keluarga, di rumah orang tua adalah sebagai guru dan sebagai pembimbing bagi anak-anaknya karena itu keharmonisan, ketenteraman dan keutuhan keluarga dalam rumah tangga adalah syarat mutlak untuk dapat berlangsungnya proses pendidikan dan pengajaran dengan baik.
Al-Ghazali telah mengemukakan :
?Melatih anak-anak adalah suatu hal yang penting sekali, karena sebagai amanat bagi orang tuanya, hati anak suci bagaikan mutiara cemerlang bersih dan segala ukuran serta gambaran?.
Kelahiran merupakan kehadiran anak dalam suatu keluarga, dan secara alamiah memberikan tanggung jawab pada orang tua. Tanggung jawab ini berdasarkan atas motivasi kasih sayang yang pada hakikatnya juga dijiwai tanggung jawab moral. Secara sadar orang tua mengemban kewajiban untuk memelihara dan membina anak sampai ia mampu berdiri sendiri (dewasa) baik secara fisik, sosial, ekonomi maupun moral. Dalam keluarga anak akan mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Disepanjang waktu dan setiap masa orang tua selalu dituntut untuk bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya karena baik atau buruknya anak terletak ditangan orang tua.
?

Jadi orang tua dengan pengaruh yang besar itu dapat membimbing jiwa anak yang sedang berkembang kearah cita-cita yang mereka inginkan sesuai dengan jiwa yang dimiliki oleh keluarga sebagai lembaga pendidikan non formal. Sebagai pedoman dasar pendidikan untuk memasuki pendidikan formal (sekolah).
Tujuan pendidikan dalam keluarga Muslim tentu berbeda dengan tujuan keluarga Non Muslim. Ibu Bapak yang beragama Islam sudah tentu mendidik anaknya berdasarkan atas ajaran Islam. Yaitu berbakti, mengabdi dan beribadah menyembah Allah SWT.
Menurut Imam Al-Ghazali, pendidikan Islam hendaklah menghasilkan :
1. Kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah SWT.
Kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dengan tujuan demikian itulah hendaknaya keluarga muslim mendidik anak-anaknya dirumah, dan dengan tujuan demikian pula anak-anak itu dimasukkan pula lembaga-lembaga pendidikan sejak dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.
D. Pola Asuh Orang Tua dan Pengaruhnya Terhadap Anak
Dalam keluarga ada beberapa pola asuh orang tua terhadap anak dan masing-masing pola asuh tersebut dapat berpengaruh terhadap anak. Untuk lebih jelas dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pola asuh orang tua yang otoriter
Ciri-ciri pelayanan orang tua otoriter adalah
a. Banyak memberikan larangan kepada anak.
b. Menanamkan disiplin yang keras pada anak.
c. Tiap-tiap kesalahan yang dilakukan oleh anak selalu ada hukumannya.
d. Orang tua menentukan segala perbuatan yang dilakukan oleh anak.
e. Menuntut anak untuk harus patuh kepada orang tua.
f. Harus menuruti peraturan yang telah dibuat oleh orang tua.
Pengaruh pola asuh otoriter terhadap prilaku anak, antara lain :
a. Anak akan merasa tidak disukai dan merasa jengkel, kecewa dan rasa takut.
b. Timbul kehausan emosi pada anak, akibatnya bagi anak laki-laki adalah bertingkah laku masa bodoh, kebal terhadap kekangan orang tua, dan tidak mau memenuhi aturan termasuk aturan sekolah. Sedangkan akibat bagi anak perempuan adalah anak lebih memiliki sifat ketergantungan dan bersifat pasif.
c. Timbul prilaku pemberantakan pada anak.
d. Minat dan hasil belajar cenderung tidak tercapai dengan baik.
e. Anak menjadi egois (mementingkan diri sendiri).
f. Anak mudah putus asa apabila tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh guru.
?

2. Tipe orang tua yang lemah, ciri-cirinya :
a. Dalam keluarga tidak ada aturannya
Pengaruh tipe pelayanan orang tua yang lemah terhadap anak :
- Anak akan mengikuti kata hati akibat sering ditolak dalam kelompoknya yang sebaya.
- Ketergantungan yang tinggi terhadap kelompok karena ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan teman secara umum.
- Akibat positif adalah anak lebih mandiri.
E. Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan Daya Pikir Anak
Daya pikir adalah kekuatan untuk mencerna sesuatu yang menumbuhkan hasil untuk dapat disimpulkan dalam sikap.
Menurut Drs. M. Ngalim Purwanto. MP (1992 : 44), daya pikir pikir adalah daya jiwa yang lebih tinggi seperti perasaan, kemauan dan keinginan.
Anak dalam tumbuh kembangnya melalui alam sekitar akan memperoleh bermacam-macam pengetahuan tentang lingkungannya baik yang terkait dengan makhluk hidup. Misalnya manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan dan bukan makhluk hidup. Misalnya bumi, matahari, bulan, binatang, rumah sekolah dan sebagainya.
Tiap anak ingin mengetahui hal-hal yang ada dilingkungannya dan ini akan menyebabkan mereka gemar melakukan bermacam-macam kegiatan, oleh karena itu hasrat ingin tahu anak tersebut perlu dirangsang dan dikembangkan agar anak terdorong untuk mengadakan penyelidikan dan penemuan sendiri dilingkungannya.
Suatu hal yang perlu diingat bahwa alam sekitar merupakan sumber pengetahuan yang tak terbatas bagi anak untuk mengembangkan daya pikirnya. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997 : 3)
Pada usia 3 - 6 tahun anak suka meniru, kemampuan bicaranya sudah bertambah perbendaharaan kata-katanya semakin bertambah dan pergaulannya sudah mulai banyak. Anak ini masih merasa tergantung kepada orang dewasa atau orang tuanya. Masa ini masih memerlukan kasih sayang dan sering disebut usia bertanya atau usia khayal. (Drs. H. M. Hafi Ashari, 1982 : 88)
Sesuai dengan pernyataan di atas maka pada usia 3 - 6 tahun ini orang tua harus memberikan motivasi, dorongan dan rangsangan kepada anak sehingga timbul rangsangan bagi anak untuk mengenal lingkungan denga bertanya. Disini orang tua atau orang dewasa lainnya dituntut agar mampu menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan anak.
Elizabeth B. Hurlock (1999 : 162) mengatakan bahwa pada masa kanak-kanak anak berpikir secara operasional konkrit.
Oleh sebab itu jawaban yang diberikan kepada anak tidak berbelit-belit tidak bohong dan harus sesuai dengan daya tangkap dan daya pikir anak. Karena jawaban orang tua yang diterima anak akan ditanamkan dalam jiwanya. Dan jawaban yang diberikan kepada anak hendaklah yang mudah dicerna oleh otak anak. Karena daya pikir anak tidak sama dengan daya pikir orang dewasa.
Janganlah pernah memarahi atau mematahkan semangat bertanya anak karena itu akan menghambat pengembangan daya pikir anak. Kalu bisa orang tua merangsang anak agar banyak bertanya, kerena itu merupakan salah satu jalan untuk mengembangkan daya pikir anak, yang perlu diperhatikan orang tua bahwa banyaknya pengetahuan baru yang diperoleh anak akan sangat tergantung pada kemampuan dan kreativitas orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam menjawab dan menjelaskan pertanyaan anak.
?

Faktor yang turut mempengaruhi upaya meningkatkan pola pikir anak antara lain sebagai berikut :
1. Melalui faktor makanan
Makanan yang bergizi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan otak anak seperti yang terdapat pada makanan empat sehat lima sempurna yaitu nasi, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan segelas susu. ASI (Air Susu Ibu) merupakan faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan otak anak.
2. Melalui alat-alat/sarana untuk bermain
Dengan orang tua memberikan mainan yang menantang bagi anak dan membuat anak untuk berpikir seperti bongkar pasang, menyusun huruf, mobil-mobilan beremot, dll. Itu semua dapat merangsang dan mengembangakan daya pikir anak.

Senin, 27 April 2009

my daughter Alexabelle Putri Devirly



my 2nd child "echa"
she's born in bandung at December, 12 2006.
she's always follow his brother alex in attitude and behavior, but she's very genereous girl

Minggu, 26 April 2009

my son Alexander Jana Prasetya


my first son "alex"
he's 4 year old right now, birth on November,14 2004 in Bandung.
he's very attractif kid, he's want 2 know everything and much talking, courage and handsome....is'he.

my family


about family

apa yang membuat kita bahagia....??? hmm...tentunya banyak banyak hal di dunia ini yang menjadi inpirasi dari kebahagian tersebut. namun....KELUARGA menjadi tempat diposisi teratas dalam hal KEBAHAGIAN. anda setuju....??? bergabunglah dengan kami di HAPPY FAMILY untuk berbagi kebahagian kita dengan kelurga anda masing-masing. jangan lupa tampilkan photo-photo keluarga anda yang menjadi inspirasi kebahagian kita dalam menjalani kehidupan ini. oh iya... disini kita juga sharing mengenai permasalahnnya yang terjadi di keluarga kita. "HAPPY FAMILY ALWAYS"

happy family

happy family
alex mau mandi

kolega keluarga